Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
4 Januari 2014
21 Desember 2013
Aku Sayang Kamu
Sekian lama ku terpenjara
Sekian jauh ku terpendam
Tinggalkan indah dunia
Lupakan satu sisi keajaiban
Hingga kau hadir menyambutku
Coba temani kesendirianku
Tulus merasuk dalam kalbu
Jadikan aku bagian dari dirimu
Kau bangunkanku dari mimpi panjangku
Kau sadarkanku dari khayalan semuku
Taburi sebenih cinta terangi hati
Tumbuh... tumbuh dan terus sinari luka lama
Cerahkan setiap langkahku
Kau buka pintu hati
Yang tlah terkunci sejak dulu
Kau buka mata batin
Yang telah lama terbelenggu
Tetapi.."
Mampukah kasih sayang ini mengubah kebebasanku
Atau mungkinkah ikatan ini
Lepas... dan berlalu...
(ILU)
Mengertilah...
Siapakah diriku..
Tak pernah engkau tahu
Baik buruknya sifatku..
Tak pernah engkau ragu
Kau buka tangan batin
Lembut menggores hatiku
Dan perlahan....
Kau mampu arahkanku
Menuntunku...
Kembali ke duniaku
Entah.. titisan ataukah takdir
Kaulah dewi yang tegarkanku
Tapi mengapa semua mesti terjadi
Menganggapku..
Seorang yang tak nampak kotornya cacat diri
Hingga hal sekecil itu kau simpan dalam hati
Mungkinkah engkau sadar
Tak selamanya hidup itu indah
Kadang tegap berdiri
Tak jarang kita terpuruk"
Maafkan Aku
Malam terlalu sunyi
Apa saja yang kulalui
Jadi serasa tak berarti
Tanpa adanya engkau
Yang dulu setia tuk temani
Banyak kata-kata indah tercipta
Tapi tak mudah merangkainya
Banyak kertas putih ternoda
Tapi selalu terbuang percuma
Ketika satu kalimat jadi bermakna
Hatiku perih mengingatnya
Apa yang telah kuperbuat?
Apa yang telah kulakukan?
Apa itu kasih sayang?
Lalu.. andai saja aku berkorban
Mugkinkah engkau bertahan??
Mungkinkah senyum indah engkau tunjukkan??
Sebuah kenangan pahit telah aku telan
Bila seribu kata maaf tak jua kau tangguhkan
Akankah masih ada satu bentuk penyesalan??!!
Ibu
Kau tercipta tuk hadirkan aku
Membesarkanku..
Merawat.. dan melindungiku
Dari dunia yang selalu penuh warna baru
Kepatuhanku adalah keceriaanmu
Kenakalanku adalah kesedihanmu
Hingga tiada petunjuk yang lebih sempurna
Selain semua perintahmu
Seperti bulan...
Kau sinari setiap gelap malamku
Seperti matahari...
Kau hangatkan seluruh jiwa dan ragaku
Ingin kuhapus awan kelam
Andai saja rasa syukur tak kau indahkan
Kugapai satu bintang, tertunduk dan bersandar
Kuserahkan semua kebahagiaan
Sejenak ku tersadar
Darimana ku berasal
Hingga inginku utarakan satu kata indah
Terima kasih tuhan.."
KERINDUAN
Kulihat bulan yang mulai jemu
Kutatap bintang yang sekarang redup
Burung malam meluncur mengejutkan
Kemana mereka menghilang?
Aku duduk dalam kesunyian
Meratapi malam sungguh membosankan
Ku ambil gitar tuk kujadikan teman
Nyanyikan sebait lagu
Tentang pahitnya kerinduan
Aneh... Kenapa aku harus sedih
Kala lantunkan nada kesayanganmu
Hingga tanganku lemas terkulai
Dan aku menangis
Pernah ku berfikir lupakan saja semua
Harapkan tak ada lagi derita
Meski terkadang kurasakan
Lelahku memimpikanmu
Jenuhku memikirkanmu
Tapi kenapa...??
Kenapa ku tak mampu lepaskan kerinduanku?!
025012004
15 Desember 2013
Puisi tentang perpisahan
Selamat Tinggal
Ketika ku rasakan kagum
Suasana hati tak mampu lagi terbendung
Ketika sesuatu buatku murung
Ketika itu juga kau hadir dalam senyum
Banyak hal yang mungkin dapat terkuak
Andai saja waktu tak berputar terlalu cepat
Namun satu yang mesti kuingat
"Sebuah kenangan manis mengikat kuat"
Sedih....
Mungkin saja meluap
Rindu....
Sudah pasti melekat
Meski tanganku tak kuasa terangkat
Kan kupaksa mataku tuk terus menatap
Aku tak sanggup menahan ombak
Tak jua mampu putihkan langit hitam
Tapi jika do'a senantiasa terucap
Mungkin aku kan menjadi sepasang sayap
Kini... Terbanglah kau ke awan
Hiasi mimpi dengan cintamu
Biarlah langit cerah langit membiru
Hingga aku benar-benar rela melepasmu
025012006
8 Desember 2013
Puisi tentang cinta yang tak mampu tersampaikan
TENTANG AKU
Akulah pria pencari cinta
Yang malu menampakkan muka
Benamkan diri dalam syair...
Kata yang terus kulontarkan
Selipkan berjuta makna
Tentang rasa yang terpendam...
Akulah pria pemimpi
Melayang-layang di antara pancaran bintang
Menanti datang cinta sejati, bukan keterpaksaan
Akulah pria kesunyian
Sendiri dalam keindahan penuh duri
Duri yang tajam
Mengukir pahatan tedas
Pada dinding hati yang terhujam
Atas cinta tak terbatas
Akulah pria pelantun sajak
Bila hati penuh tangis yang terisak
Dalam ragu yang terus terkoyak
Karena rahasia hati..
Tak mampu terkuak
Tapi...
Aku tetaplah pria pencari cinta
Yang malu menampakkan muka
Dan kan terus benamkan diri dalam syair
30092006
Langganan:
Postingan (Atom)








.jpg)
